Tahukah Anda Tembok Berlin Sedang Dibangun Lagi

30/05/2009 15:08

Tembok Berlin dibangun di Berlin, Jerman mulai 31 Agustus 1961 guna memisahkan wilayah Berlin Barat yang masuk ke dalam negara Jerman Barat dan Berlin Timur yang masuk ke dalam Negara Jerman Timur. Pemisahan ini dilakukan guna mencegah warga Berlin Timur menerobos ke wilayah Berlin Barat. Tembok ini 'lahir' sebagai akibat dibaginya wilayah Jerman ke dalam dua polaritas kekuatan dunia, yakni AS dengan Jerman Barat dan Uni Sovyet dengan Jerman Timur. Menjelang penyatuan kedua negeara Jerman ini pada 3 Oktober 1990, Tembok Berlin diruntuhkan secara bertahap oleh warga Jerman Timur yang diawali dengan keluarnya izin dari pemerintah Jerman Timur bagi warganya untuk melintasi Tembok Berlin menuju Berlin Barat pada tanggal 9 November 1989.

Untuk ukuran zaman modern seperti sekarang, keberadaan Tembok Berlin hanya akan menjadi semacam 'bisul' bagi peradaban kita. Bagaimana tidak, pengisolasian wilayah jelas melanggar prinsip-prinsip hak asasi manusia. Manusia seharusnya bebas untuk saling bersilaturahmi dan saling mengunjungi dengan siapa saja dibelahan dunia ini. Tapi sayangnya, ide-ide anti-HAM ini masih kita dengar di zaman modern ini.

Adalah negara Israel yang selalu bentrok dengan warga Palestina khususnya keturunan Arab, sedang meminjam ide Tembok Berlin ini dan diterapkan di negeri mereka. "Tembok Berlin Baru" ini dibangun di daerah Tepi Barat (West Bank) guna memisahkan wilayah Israel dengan wilayah Palestina. Dengan membangun tembok ini, Israel mengkotak-kotakkan dan mengisolasi antar wilayah Palestina. Alhasil, wilayah Palestina bukan lagi suatu kesatuan wilayah yang utuh, dan terisolasi satu sama lainnya.

Israel menyebut tembok ini dengan sebutan "gader ha'hafrada (גדר ההפרדה )" yang berarti "Tembok Pemisah". Sementara, warga Arab Palestina menamai tembok ini dengan sebutan "
jidar al-fasl al-'unsuri" yang berarti "Tembok Pemisah Rasial". Ada juga yang menamakannya sebagai "Apatheid's Wall", "Tembok Apartheid", mungkin dikarena kuatnya atmosfir rasisme dalam proyek raksasa Israel ini.

Israel menyatakan bahwa tujuannya membangun tembok ini adalah untuk melindungi penduduk sipil Israel dari serangan teroris yang mereka capkan kepada warga Arab Palestina. Juga, Israel berusaha mencegah penyusup-penyusup bom bunuh diri memasuki wilayah mereka dengan menutup semua akses ke kawasan mereka. Bom bunuh diri warga Palestina yang dilancarkan ke wilayah-wilayah padat penduduk Isarel, meningkat tajam sejak munculnya gerakan Intifada Kedua atau Al Aqsha Intifada.

Sebenarnya, sebelum adanya tembok ini, warga Palestina memang sudah dikotak-kototakkan dan diisolasi oleh pemerintah Israel. Mereka dikosentrasikan ke wilayah-wilayah tertentu dan kemudian akses ke situ dijaga ketat oleh militer Israel, yang mendirikan pos-pos penjagaan di sepanjang perbatasan kedua wilayah ini. Setiap warga Palestina yang hendak keluar atau masuk wilayah mereka, mereka harus melewati pemeriksaan di pos-pos penjagaan yang cendrung semena-mena dan tidak manusiawi. Akses logistik ke wilayah Palestina pun dikontrol penuh oleh Israel, sehingga tak ada satu truk pengangkut bahan makanan dan obat-obatan yang bisa masuk wilayah Palestina, tanpa melewati pemeriksaan oleh militer Israel pada pos-pos mereka. Beberapa waktu terakhir, Israel juga memutus persediaan listrik dan air ke daerah Palestina, khususnya di Tepi Barat. Jadi, dengan dibangunya Tembok Berlin Baru Israel ini, sebenarnya hanya menegaskan usaha rasis mereka terhadap warga Palestina.

Kita sebagai warga Indonesia pastinya akan heran dengan sikap membisu dunia Internasional, khususnya Barat terhadap kasus ini. Bagaimana tidak, masih segar dalam ingatan kita bagaimana Barat menguber-uber kita sebagai pelaku pelanggaran HAM berat di Timor Timur, sementara mereka hanya berdiam diri saja terhadap kasus ini. Memang Pengadilan Internasional di Den Haag, Belanda telah memutuskan bahwa pembangunan tembok ini bertentangan dengan hukum internasional. Namun, tidak seperti Iran, Irak dan Korea Utara yang dijatuhi berbagai sanksi embargo, sedikitpun sanksi belum ada dijatuhkan bagi Israel. Bayangkan jika negara Indonesia yang sedang membangun tembok yang memisahkan suku Jawa dengan suku Batak misalnya, coba bayangkan kira-kira apa reaksi dunia terhadap negara kita. Saya rasa, negara kita akan dijatuhi berbagai sanksi atau mungkin diperangi.

Ditengah ide-ide kebebasan modern sekarang, jelas ide membangun kembali Tembok Berlin di negara Israel tidak relevan dan bertentangan dengan HAM. Alangkah malu diri kita kalau kita ikut-ikutan menutup mata tehadap noda hitam yang mencoreng wajah peradaban kita ini. Sikap kita minimal adalah  kita harus sadar bahwa tindakan ini adalah tidak benar dan sewajarnya PBB mulai melakukan aksi untuk mencegah penistaan terhadap kemanusian ini berlangsung di bawah hidungnya sendiri.

Daftar Pustaka
http://en.wikipedia.org/wiki/Berlin_Wall
http://en.wikipedia.org/wiki/Israeli_West_Bank_barrier
http://en.wikipedia.org/wiki/Al-Aqsa_Intifada

 

 

—————

Back